Saraf adalah sistem atau pusat peredaran sinyal di dalam tubuh yang menghubungkan otak, sumsum tulang belakang, dan beberapa macam saraf tepi (kranial, spinal, somatik, dan otonom). Saraf menghantarkan aliran neuron ke berbagai macam organ tubuh sehingga keberadaan di tubuh kamu penting.
Saat saraf kamu tidak bekerja secara efektif, maka ada kemungkinan mengalami kelalaian fungsi organ tubuh. Ada beberapa penyakit saraf dalam tubuh yang terjadi karena pengaruh kesehatan individu maupun bawaan dari Gen keturunan keluarga.
Menjaga kesehatan saraf bisa dilakukan dengan konsumsi makanan yang bagus untuk saraf sampai dengan mengkonsumsi vitamin dan multivitamin pendukung. Selain itu kamu harus mengerti beberapa macam penyakit saraf yang ada di sekitar agar tidak acuh dengan faktor kesehatan tubuh.
Ini dia daftar 9 penyakit saraf yang bisa menambah wawasan kamu.
Stroke
Adalah gangguan saraf yang menyerang sistem saraf pusat seperti otak dan sumsum tulang belakang. Manula di Indonesia banyak yang menderita stroke dan berujung kepada kematian. Stroke pada umumnya terdiri dari gangguan saraf sumbatan (iskemik) dan pecahnya saraf atau pembuluh saraf (hemoragik).
Penderita stroke terbagi menjadi beberapa level atau tingkatan gangguan mulai dari yang terendah yaitu level 3 sampai tertinggi, level 1. Level 3 ditandai hanya dapat mereflek sebatas saraf otonom, level 2 dinyatakan menderita stroke lebih dari dua kali dan level 1 yang paling buruk dengan kemungkinan meninggal.
Alzheimer
Alzheimer termasuk dalam gangguan saraf yang berhubungan dengan penurunan daya ingat yang ditandai dengan perubahan perilaku dan kemampuan berpikir. Alzheimer ini terjadi karena di otak terdapat endapan banyak beta-amyloid atau protein tau, sehingga menurunkan sinyal saraf ke otak untuk memproses daya pikir.
Gangguannya terdiri dari afasia (gangguan bahasa), afraksia (gangguan melakukan gerakan sederhana), agnosia (pengenalan benda), dan eksekutif atau (pengambilan keputusan).
Meningitis
Penyakit lainnya yang menyerang saraf adalah meningitis atau peradangan selaput membran otak (meningen) yang disebabkan oleh bakteri (Neiiseria Meningtidis), virus (enterovirus dan HPV), dan jamur (criptococcus atau streptococcus pneoumiae).
Gejala yang terjadi pada pengidap meningitis adalah sakit kepala berat, demam tinggi, fotophobia, dan kaku kuduk. Beberapa obat untuk mencengah meningitis adalah kotikosteroid atau dexamethason, antibiotik antrivena, dan perawatan suportif.
Cerebral Palsy
Salah satu penyakit saraf yang terjadi saat sejak di dalam kandungan dan terjadi karena pengaruh Gen dari keluarga atau memang ada gangguan saat sedang mengandung. Cerebral palsy adalah penyakit yang menyebabkan kelainan saraf dari kecil dan bisa berangsur membaik seiring bertambahnya usia namun gejalanya permanen.
Penderita ini juga disebut dengan down syndrome yaitu penyakit yang terjadi karena gangguan kinerja saraf yang tidak bekerja seperti manusia adakalanya. Dapat didiagnosis dengan pungsi lumbal (analisis cairan serebrospinal), kultur darah, dan CT/MRI
Bels Palsy
Ada juga gangguan saraf yang menyebabkan otot pipi menjadi kaku sebelah atau susah menggerakkan bagian panca indera karena peradangan saraf di bagian tersebut yang menimbulkan kendali dari otot-otot itu. Bels palsy terjadi karena adanya inflamasi saraf fasialis yang disebabkan oleh virus.
Bels palsy bisa diatasi dengan beberapa macam diagnosis seperti pemeriksaaan klinis, tes elektromiografi (EMG) dan MRI. Adapun penanganan bisa dilakukan dengan kotrikosteroid (pednison) dan antiviral bila dicurigai infeksi.
Polineuropatri
Adalah penyakit saraf yang terjadi pada saraf perifer yaitu saraf tepi di luar SSP (sistem saraf pusat). Polineuropatri ini dapat mengakibatkan gejala-gejala tertentu yang berhubungan dengan sistem saraf tepi seperti halnya menyerang saraf otonom yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan, tekanan darah tinggi, hingga pernafasan.
Dilluar gejala itu penyakit ini juga berakibat pada badan lemas dan susah mengangkat barang. Beberapa penanganannya ada pada gaya hidup sehat seperti konsumsi vitamin B kompleks sampai terapi seperti fisioterapi sampai dengan okupasi.
Multiple Sclerosis
Penyakit saraf ada juga yang menyerang sistem saraf pusat akibat peradangan selaput pelindung serabut saraf (mielin) yang menyebabkan beberapa gejala mulai dari susah bergerak, kejang, kesemutan, kram otot, kelemahan ektremitas, gangguan penglihatan sampai dengan depresi.
Multiple sclerosis ini bisa terjadi karena kekurangan asupan vitamin D dan virus yang disebut dengan Epsteinn-barr. Cara diagnosisnya adalah dengan pungsi lumbal (suntikan cairan sarebrospinal) dan lainnya.
Parkinson
Jenis penyakit saraf yang disebabkan oleh penurunan dopamin pada bagian substantia nigra sehingga terjadi beberapa gejala seperti halnya kekauan otot, tremor, dan perlambatan gerakan (bradikinesia). Parkinson dapat ditangani dengan melakukan fisioterapi, meminum obat jenis levodopa atau terapi DBS (deep brain stimulation). Parkinson biasa menyerang beberapa manula namun juga bisa menimpa kalangan dewasa.
Neuropati Diabetes
Adalah penyakit saraf yang disebabkan kadar gula darah tinggi atau diabetes tipe 1 yang menyebabkan sympton seperti “gloves or stocking hypesthesia”, atau keadaan dimana telapak kaki dan betis terlihat membesar. Oleh karena gula darah tinggi adalah penyakit yang bisa dicegah, maka perhatikan asupan gula yang selama ini dikonsumsi agar tidak menimbulkan penyakit saraf ini.
Untuk kamu yang tidak ingin mengidap penyakit saraf dalam tubuh maka sudah patut menjaga kesehatan dengan pola gaya hidup yang sehat. Ada juga beberapa cara seperti dengan konsumsi sumber makanan sehat pencegah penyakit saraf seperti sayuran hijau, ikan berlemak dan masih banyak lainnya.
Penyakit saraf mungkin belum terjadi pada kamu dan bila mengalami gejala seperti beberapa jenis yang sudah disebutkan, sebaiknya segera periksakan ke dokter saraf agar mendapatkan penanganan yang tepat.
